Di awal tahun 2011 ini adalah tahun readiness dimana kita sebagai mempelai yang siap sedia kapan saja tetap menanti kedatangan Tuhan. Tahun 2011 adalah tahun kesiapan hati kita dalam menyambut Tuhan. Di tahun 2011 adalah tahun dimana adalah awal bagi kita untuk memmbangun fondasi kita agar tetap kokoh untuk memperoleh hasil yang lebih baik untuk tahun kedepannya. Jika di tahun 2011 ini kita tidak mempunyai persiapan apapun maka ketika Tuhan datang maka kita akan tertinggal jauh kebelakang. Untuk siap bertemu dengan Tuhan maka hati kita harus benar-benar bersih,pikiran kita tidak diisi dengan hal-hal yang negatif. Perasaan marah,iri hati,kecewa,sedih,benci,dan lain-lain harus kita buang jauh-jauh. Kita harus memberikan yang terbaik untuk Tuhan dan selalu ingin menyenangkan hati-Nya. Janganlah seperti Marta yang merasa kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara sehingga mata hatinya tertutup dan tidak fokus pada satu point penting yaitu memilih bagian yang terbaik bagi Tuhan,dan bagian itu adalah hati yang murni tak tercela di hadapan Tuhan.( Lukas 10:41-42). 1 Samuel 16:7 tertulis dengan jelas bahwa Tuhan berfirman kepada Samuel bahwa janganlah memandang segala sesuatu dari paras yang cantik atau perawakan yang tinggi,sebab Tuhan menolak semuanya itu. Apa yang dilihat oleh manusia di depan mata hanya bersifat sementara dan duniawi. Manusia hanya cenderung melihat apa yang ada didepan mata dan tidak melihat apa yang tidak kelihatan namun kekal selamanya. Tetapi Tuhan langsung melihat apa isi hati kita yang paling dalam yaitu hati yang bersih tak bercela. Amsal 4:25-27 tertulis bahwa mata kita harus terus memandang ke depan dan tatapan kita harus tetap kedepan. Tuhan ingin agar kita tetap menempuh jalan yang rata. Tetap konsisten dengan jalan kebenaran. Tetap setia sampai akhir dan menjauhkan kaki kita dari segala kejahatan. Jika kita mengalami jalan buntu didepan mata kita janganlah kita kecewa dan putus asa kemudian lari dari Tuhan. Tuhan mempunyai rencana yang indah dibalik kegagalan yang kita alami. Karena semua harus terjadi dengan alasan lain yang sudah disiapkan oleh Tuhan untuk kita. Jika kita disakiti orang,dikecewakan orang,di benci oleh orang,janganlah merasa kecewa dan sedih. Karena di dalam Tuhan kita adalah lebih dari orang-orang pemenang. Tuhan telah mengasihi kita sejak kita dilahirkan. Semuanya kembali ke diri kita masing-masing. Apakah kita akan mundur atau setia sampai akhir? Tuhan adalah ibarat seperti sahabat yang dimana seorang sahabat mengerti apa yang kita inginkan,apa yang kita butuhkan,apa yang kita sukai. Jika hubungan kita dengan Tuhan menjadi kendur maka kita tidak akan dianggap olehNya seorang sahabat. Hingga pada akhirnya didunia ini hanya ada 2 golongan manusia saja yaitu golongan manusia yang bijaksana dan golongan manusia yang bodoh. Golongan manusia yang bijaksana tahu dan paham benar hal apa yang harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari sebelum hari itu tiba. Golongan manusia yang bodoh adalah golongan manusia yang hanya berpikir pendek. Golongan manusia yang bodoh hanya berpikir singkat dan hanya ingin mencapai segala sesuatu dengan cara instan. Misalnya aja seperti pelari jarak pendek. Pelari jarak pendek sudah tahu garis finishnya hanya sekitar 100 meter. Tetapi berbeda dengan pelari marathon yang melihat garis finish masih jauh didepan mata.Tetapi di dalam Tuhan kita akan terus dikuatkan sampai kita mencapai garis finish tersebut. Tuhan memberkati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar