Sabtu, 26 Februari 2011

Deroyal 26 february 2011

Tema Royal pada hari ini (tanggal 26 februari '11) mengulas tentang bagaimana mengatur keuangan dalam keluarga(How to manage your family money). Pembacaan ayat diambil dari Lukas 14:28-30 yang berbunyi "sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya,kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkandasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya,jangan-jangan semua orang yang melihatnya,mengejek dia,sambil berkata:Orang itu mulai mendirikan,tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya". Sering kali kita tidak menyadari bahwa kita telah salah mengatur berkat yang telah diberikan oleh Tuhan. Berkat yang dimaksud dalam hal ini adalah 'uang'. Tuhan telah menitipkan dan mempercayakan berkatnya untuk kita kelola dengan sebaik-baiknya dan bukan untuk di pakai untuk hal-hal yang tidak perlu atau tidak berguna,karena jika uang yang kita pergunakan dipakai untuk hal-hal yang tidak pada porsinya maka kita sendirilah yang akan menuai kerugiannya dimasa depan. Tuhan ingin agar kita harus mempunyai tujuan hidup yang jelas. Ketika Tuhan menciptakan manusia pertama kali yaitu adam dan hawa, Tuhan sudah berpikir sebelumnya dan telah mempunyai perencanaan yang benar-benar teratur,begitupun dalam hal pengelolaan keuangan. Orang yang tidak mempunyai rencana dan tujuan hidup yang jelas dalam hal mengelola keuangan maka hidupnya akan kacau balau,karena uang yang dia kelola akan habis untuk hal-hal yang tidak penting. Hal tersebut ibaratnya kita telah membuat dasar tapi tidak dapat menyelesaikannya. Begitu kita telah mempunyai rencana dan tujuan hidup yang jelas serta berjalan dengan iman yang besar maka Tuhan akan menolong kita tepat pada waktunya,karena Tuhan akan mencukupi kebutuhan kita atau Tuhan akan melengkapi apa yang menjadi kekurangan kita dan bukan menggenapi keinginan manusiawi kita semata. Karena kenginan daging akan lenyap bersama dengan dunia itu sendiri.
Manusia memiliki banyak kebutuhan. Menurut Abraham Harold Maslow(1908-1970)lima kebutuhan dasar Maslow dibagi menjadi kebutuhan yang paling penting sampai kebutuhan yang tidak terlalu penting yaitu:

1. Kebutuhan Fisiologis
Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain-lain.
2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Contoh seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.
3. Kebutuhan Sosial (untuk dicintai)
Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, diterima dalam suatu komunitas dan lain-lain.
4. Kebutuhan Penghargaan
Contoh : pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya, memberikan jalan keluar, diterima apa adanya / sesuai fakta, dll.

Survey CFP Board, USA
- 50% manula masih harus bekerja setelah menjalani masa pensiun karena perencanaan keuangan yang baru dimulai setelah berusia 40 tahun (setelah mendekati masa pensiun).
- Di Indonesia sekitar 78,8%.

Survey Nielson Media Research di Harian Kompas
- Para eksekutif di Indonesia (Jakarta) ternyata lebih boros daripada para eksekutif di kota besar di lainnya.
- Para eksekutif Indonesia mempunyai penghasilan lebih sedikit namun mereka lebih banyak membelanjakan penghasilan mereka untuk membeli barang-barang mereka.
- Menabung untuk persiapan dana hari tua agaknya belum menjadi prioritas mereka.
- Orang kaya Indonesia lebih konsumtif.

Dalam mengelola keuangan anda dibutuhkan ilmu managemen yang baik seperti:

A. Planning (Perencanaan)

Penetapan Tujuan / Purpose / Visi di dalam kehidupan pribadi atau keluarga :
- Tujuan Jangka Pendek (1 tahun)
contoh : biaya rutin keluarga, uang sekolah anak, melahirkan
- Tujuan Jangka Menengah (s/d 5 tahun)
contoh : membeli mobil, membeli rumah, renovasi rumah
- Tujuan Jangka Panjang (> 5 tahun)
contoh : biaya kuliah anak, membangun usaha sendiri, mengembangkan usaha
Di dalam keluarga, uang atau penghasilan ini milik siapa?
Milik BERSAMA!
Jangan ada pemisahan pendapatan antara suami dan istri karena dapat menimbulkan perpecahan dan kurangnya keterbukaan satu sama lain!

Membuat Anggaran

1. Kembalikan Persembahan Persepuluhan (Mal 3:8-12)

2. Rubah Pola Berpikir Saudara
Secara umum yang dilakukan adalah :

Penghasilan – Pengeluaran = Kelebihan Dana

Yang seharusnya dilakukan adalah :

Pendapatan – Penyisihan Dana = Pengeluaran

Pos-Pos Pengeluaran :
1. Kebutuhan / Needs
2. Hutang / Debts
3. Keinginan / Wants
4. Tabungan / Saving
5. Investasi

1. Kebutuhan / Needs
adalah biaya-biaya yang harus dibayar untuk kehidupan sehari-hari.
Secara umum, porsi terbesar gaji kita adalah untuk pos Kebutuhan / Needs.
Misalnya :
- Biaya belanja makan sehari-hari
- Biaya pakaian
- Keperluan RT sehari-hari (detergen,sabun mandi,pasta gigi, shampo,dll)
- Belanja bulanan (gula,susu,teh,kopi,beras,mie, dll)
- Biaya kosmetik wanita, potong rambut
- Biaya listrik, telp, air bersih, air minum
- Transpor ke kantor, ke sekolah, bepergian
- Uang jajan anak
- Uang sekolah anak
- Gaji pembantu
- Iuran perumahan/biaya kebersihan
- Perbaikan mobil/rumah
- Dana amal, diakonia, misi
- Biaya-biaya rutin lainnya

2. Hutang / Debts
Adalah uang yang dipinjam yang menyertakan kewajiban bagi si peminjam untuk mengembalikan pinjaman beserta bunga pada waktu yang telah ditentukan.
Misalnya :
- Hutang Kartu Kredit
- Hutang ke perusahaan tempat bekerja
- Hutang ke bank untuk cicilan rumah, mobil, sepeda motor, dll.
- Hutang kredit tanpa agunan, kredit barang, dll.
- Hutang ke teman, tetangga, saudara, dll.

3. Keinginan / Wants
Adalah kebutuhan yang tidak mendesak, meskipun tidak terpenuhi tidak akan terlalu mempengaruhi kehidupan kita. Emosi / perasaan kita sangat dipengaruhi untuk memutuskan membeli barang / jasa yang diingini, karena keputusan untuk membeli lebih banyak karena emosi / perasaan (otak kanan) daripada logika (otak kiri).
Misalnya :
- Peralatan elektronik

- Hobi (memancing, koleksi barang berharga)
- Makan di luar rumah

- Memberikan pinjaman kepada saudara / teman
- Barang bermerk (tas, sepatu, baju, dll)

- Keanggotaan di club olahraga
- Kosmetik khusus

- Berlangganan TV kabel
- Mempercantik rumah / mobil

- Beli / langganan koran / majalah / tabloid
- Perhiasan / aksesoris utk dipakai

- Kado ulang tahun / sumbangan pernikahan
- Rekreasi - Keriting rambut, ion, smoothing, mandi lulur

4. Tabungan / Savings
Adalah dana yang dipersiapkan untuk berjaga-jaga saat kita membutuhkan atau mendesak.
Misalnya :
- Tabunga di bank - Asuransi jiwa
- Asuransi kesehatan - Asuransi pendidikan
- Asuransi mobil - Asuransi rumah
- Dana pensiun

5. Investasi
Adalah dana yang kita persiapkan untuk dikelola agar nilainya bertambah besar.
Misalnya :
- Deposito - Obligas
- Properti - Emas batangan
- Valuta asing - Reksadana
- Batu permata - Lukisan
- Saham - Koleksi barang-barang tertentu

Skema Persentase Manajemen Keuangan

- Mengembalikan persepuluhan / Tithing yang mana besarnya adalah 10% dari seluruh penghasilan yang kita terima, baik dari gaji, pekerjaan sampingan, hadiah, ditraktir orang lain, dll. Biasakan untuk membulatkan ke atas.

- Bila kita saat ini memiliki hutang
Sisa pendapatan kita sebesar 90%, sebaiknya menggunakan skema :

Kebutuhan = 50% x 90% = 45%
Hutang = 30% x 90% = 27%
Keinginan = 10% x 90% = 9%
Tabungan = 10% x 90% = 9%
Investasi = 0% x 90% = 0%

Pada saat posisi kita memiliki hutang, maka biasanya tidak bisa melakukan investasi.

Skema Persentase Manajemen Keuangan

- Bila kita tidak memiliki hutang
Sisa pendapatan kita sebesar 90%, sebaiknya menggunakan skema :

Kebutuhan = 50% x 90% = 45%
Hutang = 0% x 90% = 0%
Keinginan = 15% x 90% = 13,5%
Tabungan = 15% x 90% = 13,5%
Investasi = 20% x 90% = 18%

Pada saat posisi kita tidak memiliki hutang, maka kita bisa melakukan investasi.

2. Organizing (Pengorganisasian)
- Siapa bendaharanya?
Suami atau Istri, miliki rekening bank atau pembagian yang jelas untuk ke 5 Pos Pengeluaran : kebutuhan, hutang, keinginan, tabungan dan investasi.

3. Actuiting (Pelaksanaan)
- Bagaimana proses pembayarannya?

Tunai, debit rekening, harian, bulanan, tahunan, dll

Buka rekening di bank mana?

Investasi dimana? Beli emas, deposito, atau lainnya?

4. Controlling (Pengendalian)
- Evaluasi pengeluaran Vs budget (anggaran)

- Perhatikan titik kritis : Needs Vs Wants
- Fokus kepada jalan keluar!
- Repurposing / penyempurnaan tujuan?
- Kembali pada rencana yang disepakati

Beberapa tips untuk melakukan penghematan :

1. Penghematan Makan
- Meminimalkan makan di luar
- Jangan malu membawa bekal
- kurangi jajan
- Makan di rumah sebelum pergi jalan-jalan ke mall (needs vs wants)
- Bila diajak makan ke tempat yang melebihi budget, tolaklah secara halus
- Biasakan diri secara rutin untuk berpuasa makan, puasa Daniel, sehat secara jasmani dan rohani

2. Penghematan Biaya Komunikasi & HP
- Pilihlah HP sesuai dengan kebutuhan (telepon, sms, camera, dll), biaya penyusutan HP bisa 50% dalam setahun
- Telepon & sms seperlunya
- Manfaatkan fasilitas tarif murah dari operator komunikasi
- jangan mengikuti sms idol, dll
- Hindari penggunaan tarif premium karena tanpa terasa biaya menjadi lebih besar

Beberapa tips untuk melakukan penghematan :
3. Penghematan Belanja
- Belanja menggunakan uang tunai, hindari menggunakan kartu kredit apabila anda belum dapat mengontrolnya.
- Buatlah daftar belanjaan dari rumah, dengan disiplin taatilah untuk berbelanja sesuai daftar belanjaan, kecuali ada yang terlupakan.
- Hati-hati ketika belanja di supermarket, barang kebutuhan sehari-hari selalu di taruh di bagian paling belakang.
- Promosi, obral, diskon, beli banyak lebih murah, Belilah sesuai daftar kebutuhan anda!
- Periksa saat membayar di kasir, baik jumlah maupun harga yang dibayar.
- Lakukan survey harga (melalui teman, saudara, iklan, dll) untuk menemukan lokasi belanja yang lebih murah, mau di mall atau pasar tradisional, dll

4. Penghematan Transport
- Apabila tidak memiliki tujuan yang jelas, hindari bepergian untuk menghemat biaya
- Merawat kendaraan pribadi secara berkala
- Untuk jarak pendek, sebaiknya berjalan kaki

Terapi Keuangan
- Catatlah pengeluaran setiap mengeluarkan uang, termasuk pengeluaran yang kecil (parkir, dll). Jumlahkan setiap harinya dan bagilah menurut 5 Pos Pengeluaran.

- Lakukan selama 1 bulan.

Maka anda akan menemukan jumlah pengeluaran bulanan yang “akurat” dan berikutnya anda akan berpikir ulang sebelum membelanjakan uang.

Tidak perlu kuatir apabila ada yang terlewatkan, lanjutkan saja. Lama-lama akan jadi kebiasaan. Pakai reminder HP, notes, ballpoint di dekat anda.

- Bawa uang secukupnya, hitung saldo awalnya di pagi hari dan saldo akhirnya di malam hari, sisanya adalah pengeluaran saudara.

Intinya adalah "bertanggungjawablah mulai dari hal yang kecil kepada setiap talenta yang Tuhan percayakan/pinjamkan kepada diri kita,supaya Dia tidak memindahkannya kepada orang lain tetapi memberikan kuasa,hikmat dan pengertian kepadamu untuk melipatgandakannya.Amin Gbu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar