Rabu, 03 November 2010

dRoyal 4Sept

Ketika kita menghadap Tuhan, kita harusnya datang dengan hati

yang hancur dan tidak membawa ‘sampah’, tapi terkadang kita sering

menjadikan Tuhan sebagai ‘tempat sampah’ kita.

Dalam Mazmur 84 : 1 - 3 disebutkan bahwa Bani Korah sangat

menyenangi tempat kediaman ( rumah ) Tuhan dan jiwanya hancur karena

merindukan pelataran Tuhan.

seperti Bani Korah??? Jika selama hidup ( proses yang Tuhan ijinkan ) kita

tidak pernah hancur hati, kita harus cek hati kita masing – masing.

kita sudah mengalami ‘breakthrough’ bersama Tuhan, kita jangan mudah

puas, kita lakukan sesuatu yang baru ( pola piker kita harus berubah ).

Ayat 4 - 5, Setelah masuk pelataran, tahap selanjutnya adalah masuk

rumah Tuhan. Rumah disini berbicara tentang hati. Orang yang mengucap

syukur dalam segala hal, yang bisa masuk dalam rumah Tuhan artinya

sikap hati, pikiran, jiwa kita harus ‘connect’ dengan Tuhan. Karena kalau

kita mau naik level, kita harus punya pondasi yang kuat supaya kita lebih

sip lagi untuk naik lagi ke tingkat berikutnya.

Ayat 6 – 7, Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam

Tuhan. Semua yang kita miliki ada di dalam tangan Tuhan. Kalau kita

berjalan bersama Tuhan, Lembah Baka akan menjadi tempat bermata air.

Ayat 8, Sion >>> bukui / gunung. Kalau kita mau menghadap Tuhan,

kita harus transparan ( apa adanya ). Karena orang yang seperti ini

berjalan makin lama makin kuat.

Kita harus jadi panutan dimanapun kita berada dan kita harus

memperhatikan orang lain supaya Tuhan mencurahkan berkat – berkatNya

atas kita. Jbu ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar