Ketika kita menghadap Tuhan, kita harusnya datang dengan hati
yang hancur dan tidak membawa ‘sampah’, tapi terkadang kita sering
menjadikan Tuhan sebagai ‘tempat sampah’ kita.
Dalam Mazmur 84 : 1 - 3 disebutkan bahwa Bani Korah sangat
menyenangi tempat kediaman ( rumah ) Tuhan dan jiwanya hancur karena
merindukan pelataran Tuhan.
seperti Bani Korah??? Jika selama hidup ( proses yang Tuhan ijinkan ) kita
tidak pernah hancur hati, kita harus cek hati kita masing – masing.
kita sudah mengalami ‘breakthrough’ bersama Tuhan, kita jangan mudah
puas, kita lakukan sesuatu yang baru ( pola piker kita harus berubah ).
Ayat 4 - 5, Setelah masuk pelataran, tahap selanjutnya adalah masuk
rumah Tuhan. Rumah disini berbicara tentang hati. Orang yang mengucap
syukur dalam segala hal, yang bisa masuk dalam rumah Tuhan artinya
sikap hati, pikiran, jiwa kita harus ‘connect’ dengan Tuhan. Karena kalau
kita mau naik level, kita harus punya pondasi yang kuat supaya kita lebih
sip lagi untuk naik lagi ke tingkat berikutnya.
Ayat 6 – 7, Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam
Tuhan. Semua yang kita miliki ada di dalam tangan Tuhan. Kalau kita
berjalan bersama Tuhan, Lembah Baka akan menjadi tempat bermata air.
Ayat 8, Sion >>> bukui / gunung. Kalau kita mau menghadap Tuhan,
kita harus transparan ( apa adanya ). Karena orang yang seperti ini
berjalan makin lama makin kuat.
Kita harus jadi panutan dimanapun kita berada dan kita harus
memperhatikan orang lain supaya Tuhan mencurahkan berkat – berkatNya
atas kita. Jbu ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar