Selasa, 23 November 2010
Droyal 20 Nov 2010
Tema khotbah kita di royal pada minggu ini bercerita tentang kisah Yusuf yang di hianati oleh saudaranya sendiri tetapi masih tetap bersyukur dan memuliakan nama Tuhan. Oleh karena itu dia menamai anaknya yang sulung dengan “ Manasye” yang artinya Allah telah membuat dia lupa sama sekali dengan kesukaran hidupnya,melepaskan pengampunan terhadap saudara-saudaranya yang telah menghianati dia dan melupakan dendam serta memelihara cinta kasih di dalam hatinya(kejadian 41:51). Kemudian Yusuf menamai anaknya yang kedua dengan nama “Efraim” sebab katanya: Allah membuat aku mendapat anak dalam negri kesengsaraanku(kejadian 41:52). Dalam bacaan tersebut menggambarkan bahwa Yusuf tidak berjalan bersama masa lalunya yang kelam tetapi dia melihat bahwa Tuhan telah menyiapkan masa depan yang cerah serta berkelimpahan berkat baginya. Coba bayangkan saja jika tangan kita terus menggengam dan terus mengepalkan tangan,apakah kita dapat menerima alkitab yang berisikan firman dari Tuhan?jawabannya tentu saja kita dapat menerimanya. Dengan kata lain kita masih bisa menerima berkat dari Tuhan. Tetapi apakah dengan tangan berkepal kita dapat membuka alkitab? Jawabannya tidak,karena tangan yang berkepal ibaratnya hati kita yang masih keras dan belum mau memaafkan masa lalu atau belum mau memaafkan orang lain sehingga kita tidak dapat menikmati hasil berkat dari Tuhan. Nama lain dari Efraim adalah fruitful yang artinya berbuah lebat dan terus berlimpah. Untuk mencapai Efraim terlebih dahulu kita harus mengalami masa sukar dan harus belajar melupakan masa lalu dan mengalami masa dimana Tuhan telah melupakan kesukaran atau mengambil beban kita. Orang yang tertawa dengan masa lalu sama dengan orang yang tertawa dengan masa depan. Artinya orang yang terus terbayang-bayang dengan masa lalu adalah orang yang mempunyai pikiran yang kosong tanpa masa depan yang jelas,akan tetapi berbeda dengan orang terus melangkah ke depan tanpa keraguan sedikitpun adalah orang yang siap berjalan bersama dengan Tuhan menyongsong masa depan yang cerah. Oleh karena itu tinggalkanlah masa lalumu dan melangkahlah dengan suatu kepastian tanpa ragu ragu bersama dengan Tuhan. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar