Sesuai dengan tema bulan ini 'fruitful', maka acara yang di adakan pada dewasa muda kali ini adalah acara yang santai tetapi mempunyai makna hikmah di dalamnya. Acaranya dimulai dengan nyanyian memuji Tuhan seperti biasa kemudian di lanjutkan dengan acara minum bersama es buah dan saling ngobrol bebas dan saling berbagi cerita selama kurang lebih 25 menit. Setelah itu acaranya di lanjutkan dengan khotbah yang dipimpin oleh Kak Roy.
Bacaan kali ini masih seputar tentang fruitful dan Yesus adalah pokok anggurnya sedangkan “ Bapa-Nya “ adalah pengusahanya. Bacaan diambil dari injil Yohanes 15:1-27. Ketika kita sedang membaca ayat Yohanes yang harus kita lakukan adalah memahami maksud dari ayat yang pertama terlebih dahulu yang berbunyi “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Bukan hanya paham tetapi memegang ayat tersebut dan masuki serta hayati betul. Setelah kita sudah memahami benar ayat yang pertama barulah kita bisa menyambungnya dengan ayat yang kedua dan seterusnya. Di ayat yang pertama dikatakan Bapa yang artinya Tuhan. Tuhanlah yang memegang gunting untuk memangkas ranting-ranting yang tidak berbuah dari pada kita sehingga pada saatnya ranting tersebut dapat berbuah lebih melimpah lagi. Tuhanlah yang menjaga kita karena mataNya tidak pernah lepas dari Kita. Ibaratnya alkisah seorang bapa/raja yang melepaskan anaknya ke hutan dengan maksud agar anaknya dapat berpikir menjadi dewasa tetapi bapa anak tersebut terus mengawasi anaknya tersebut beserta pengawal-pengawalnya mengitari hutan tersebut. Demikian juga dengan Bapa kita di surga sangat menyayangi kita karena itu Dia terus mengawasi kita dan tidak ingin kita terluka sedikitpun. Kadang kala seorang anak perlu 'dihajar' agar anak tersebut menjadi sadar bahwa Bapanya sangat mencintai anaknya sehingga dia ingin anaknya berubah dan berada dijalan yang benar. Di ayat yang kelima dikatakan bahwa Tuhan adalah pokok anggur dan kita manusia adalah ranting-rantingnya. Barang siapa yang tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita maka kita akan berbuah banyak. Jika di luar Dia maka kita tidak dapat berbuat apa-apa. Karena Tuhan adalah pokok anggur yang baik. Dalam hidup manusia sering dihadapkan dengan proses yang sangat rumit dan sangat susah dilewati dari cara pandang manusia. Jika Tuhan mau Tuhan dapat mencabut penderitaan tersebut,tetapi Tuhan mau manusia mengalami proses yang panjang karena itu merupakan ujian sampai dimana manusia masih taat atau tidak. Jika kita dapat melewati semua proses dan lulus ujian maka bukan tidak mungkin kita akan mendapatkan promosi besar yang datang dari manusia dan Tuhan. Kita seperti ibaratnya sebuah anggur yang masih terus di proses sampai menjadi anggur murni dan bebas dari kotoran dan bersih dari endapan apapun. Kita jangan menjadi seperti Moab yang benihnya jatuh di lumbung yang nyaman dan bukan seperti benih yang jatuh di tanah yang harus melewati proses yang sulit untuk tumbuh menjadi besar. Moab hidupnya aman sejak masih muda dan tenang seperti anggur di atas endapannya,dan tidak mengalami proses tuang atau penyaringan dari satu tempayan ke tempayan yang lain. Karena sesungguhnya manusia harus mengalami sebuah proses menuju kedewasan iman bersama Yesus Kristus.Amin Tuhan memberkati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar