Rabu, 21 September 2011

Deroyal tanggal 10 september 2011

Tema Royal tanggal 10 septembar 2011 berbicara mengenai pola hubungan.

Pernikahan itu rancangan Allah! Bukan keinginan orang tua atau diri kita
Tujuan pernikahan:
Partnership (Kej.2:18) & Kekasih seumur hidup!
Bersama-sama melaksanakan amanat Tuhan: Missio Dei (Kej.1:28; Mat 28: 18-20)
Supaya hidup dalam pengudusan (1Tes.4:3-4)
Proses pernikahan: (Mat.19:5)

Membangun suatu hubungan atau komunikasi dengan pasangan kita bukanlah suatu perkara yang gampang karena diperlukan Pemahaman atas diri sendiri atau dapat membaca karakter diri sendiri sampai dimana tempramental kita terhadap orang lain dan mempelajari juga karakter tiap pasangan kita dalam suatu proses adaptasi dalam lingkungan keluarga yang berbeda. Dalam Area Pernikahan di perlukan suatu komitmen yang kuat sehingga sebelumnya kita akan memasuki fase yang namanya berpacaran dimana kita harus mempunyai :
1. Komitmen secara total
Apapun yang terjadi dalam suatu hubungan harus benar-benar di pertahankan sekuat dan sebisa mungkin. Jangan menyerah di suatu titik jenuh kita.
2.Komitmen Untuk menerima.
Setiap pasangan harus saling menerima baik itu keburukan ataupun segala kelemahan dari tiap pasangannya.
3. Pernikahan itu berarti selalu memberi
Dalam suatu pernikahan bukanlah tujuan akhir untuk mendapatkan kehidupan bahagia itu melainkan kita sendiri yang harus membagi kebahagiaan kita kepada pasangan kita atau memberi kebahagiaan kita kepada pasangan kita.




Selasa, 20 September 2011

Deroyal tanggal 3 september 2011

Memilih Pasangan Hidup.
1. Aktif mencari, bukan “jodoh ditangan Tuhan”
2. Pertimbangkan kesepadanan (Kej.2: 18)
3. Dari segi roh, jiwa dan tubuh (iman, nilai-nilai, karakter, intelektual, fisik) Seiman itu mutlak (1 Kor 7:39)
4. Apakah ada banyak kecocokan? Bukan di-cocok2-kan!
Apakah saling melengkapi (“complimentary”) dari segi sifat, kepintaran, keahlian, kelebihan dan kelemahan?
Bisakah saling menghargai, menghormati dan percaya?
5. Apakah kedua orang tua kita dan saudara2 seiman mendukung? Adakah rasa damai dan yakin dihadapan Allah?..
ADA BEBERAPA TAHAPAN MENUJU PERNIKAHAN KRISTEN YAITU:
Bersahabat: (berkelompok)
§Umum dan tidak eksklusif
§Bertujuan saling kenal dan membantu
Berpacaran:
§Lebih eksklusif,khusus, tetapi belum terikat
§Bertujuan untuk saling mengenal lebih serius
Bertunangan:
§Bukan nikah dicatatan sipil
§Proses pengenalan tahap akhir: keluarga, dll.
§Berguna untuk latihan penguasaan diri
Menikah: (“bukan lagi dua, melainkan satu”)
Mengikatkan diri seumur hidup
6 BATU UJIAN CINTA YAITU :
1.1. Ujian merasakan sesuatu bersama
2.2. Ujian Perspektif atau ketahanan mental
3.3. Ujian kebiasaan
4.4. Ujian perselisihan
5.5. Ujian penghargaan
6. Ujian Waktu Dan Ruang
Pernikahan memperkaya relasi kita dengan Kristus
Berkeluarga mendewasakan kita
Pernikahan dan berkeluarga bisa membentuk karakter kita secara positif
Gumuli panggilan hidup anda, sebelum anda menggumuli pasangan hidup anda
“And because the midwives feared God, He gave them families of their own” (Ex.1:15-21)
7.

Senin, 05 September 2011

Deroyal tanggal 28 Agustus 2011

Tema kita di hari sabtu tanggal 28 agustus 2011 tentang Proses Kemenangan. Kebanyakan orang hanya melihat hasil akhir aja tapi tidak mau melangkah melewati proses itu sendiri.Atau kata lainnya mau hasil tapi tidak mau mengalami prosesnya. Seperti yang kita lihat pada 1 korintus 9:24-25 hidup ini adalah suatu gelanggang pertandingan dimana orang berlomba-lomba ingin mendapatkan mahkota kerajaan itu.Mahkota kerajaan Surga.Baik itu tanpa mereka sadari atau tidak mereka sedang berlomba untuk mendapatkan mahkota tersebut. Tetapi caranya saja yang berbeda untuk mendapatkan mahkota tersebut.Ada yang lamban tidak menghiraukannya atau bahkan sudah tahu kebenaranNya tapi tidak melaksanakannya,ada juga yang tidak tahu tentang kebenaran kerajaan surga tapi melaksanakan semua perintah-perintah Allah.Ada pula yang sudah tahu bahkan mempelajari kebenaran-kebenaran kerajaan surga dan sudah juga melaksanakan semua perintah Allah. Semuanya adalah misteri ilahi yang menjadi juri dalam menilai semua hasil akhir dari "perlombaan" hidup yang kita jalani. tanpa perang tidak mungkin akan ada kemenangan,begitu juga sebaliknya tanpa kemenangan tidak akan ada yg namanya peperangan sebelumnya. Oleh karena itu untuk berperang melawan kuasa kegelapan kita harus melewati proses yang sangat tidak menyenangkan. Tapi kita harus sanggup untuk Tuhan.Karena Tuhan sudah menunjukkan teladannya dan telah menebus semua dosa-dosa kita sehingga Dia telah rela mati di atas kayu salib. Tapi apa yang terjadi setelah itu?Tuhan bangkit pada hari ke 3 dan mengalahkan maut yang artinya Tuhan telah memperoleh kemenanganNYA.Tuhan juga mau agar kita memperoleh kemenangan tersebut.Bersama sama dengan Dia berperang melawan sang jahat. Untuk mencapai suatu kemenangan maka ada 3 hal yang perlu kita lakukan yaitu antara lain :
1. Menguasai diri sendiri.
Untuk supaya bisa menguasai diri sendiri maka diperlukan suatu sikap yang sabar,tenang, dan taat terhadap segala macam perintah Allah serta tegas dalam mengambil keputusan dan konsisten terhadap diri sendiri.Diperlukan suatu integritas yang baik dalam membangun karakter tersebut.
2. Melupakan masa lalu.
Untuk bergerak maju kita jangan terus melihat ke belakang atau melihat masa lalu kita yang hanya akan menjadi intimidasi kita agar kita menjadi jatuh ke dalam dosa yang semakin besar.Tuhan ingin agar kita tetap fokus memandang kedepan dan jagan terpengaruh dengan masa lalau atau menoleh lagi ke kiri dan ke kanan dalam artian melihat lagi rumput tetangga yang keliahatnnya lebih hijau tetapi ternyata palsu.
3. Ketekunan atau tahan uji.
Jika kita telah mampu tahan ujian yang di berikan Tuhan oleh kita maka kita akan dipercayakan hal yang lebih besar lagi dan akan kita tuai hasilnya dengan sukacita dan nyanyian. Terpujilah bagi kemuliaan Tuhan sampai selama-lamanya amin GBU all.

Jangan Sia-siakan Hidupmu!!! (Kisah Nyata)

Suatu Minggu pagi yang dingin di daerah Boston, AS, seorang pendeta naik ke mimbar dengan membawa sebuah sangkar burung yang usang dengan beberapa ekor burung gereja di dalamnya. Jemaatnya merasa heran mengapa pendeta ini membawa sangkar tersebut sambil berkhotbah.

Pendeta ini mulai khotbahnya demikian, "Kemarin saya bertemu dengan seorang remaja pemilik sangkar burung ini dengan beberapa burung di dalamnya. Kelihatannya, dia menusuk-nusuk mereka dengan kawat, membuat kaget dengan suara keras dan mengguncang-guncangkan sangkar dengan hebat. Burung-burung gereja yang malang tersebut basah kuyup, kedinginan, dan ketakutan."

Lalu si pendeta tersebut menanyakan kepada remaja tersebut apa yang akan ia lakukan terhadap burung-burung itu. Remaja itu menjawab bahwa ia akan terus menyiram, mempermainkan, menteror, menakut-nakuti, bahkan menyiksa burung-burung tersebut sepuas hatinya.

Lalu si pendeta bertanya: "Apa lagi yang akan kau lakukan setelah puas menyiksa burung-burung malang itu?"

Si remaja tersebut dengan sinis menyatakan bahwa begitu ia puas mempermainkan burung-burung yang jelek, tidak berharga, tidak berarti itu, ia akan membiarkan kucing kesayangannya memangsa burung-burung yang tidak berharga itu.

Mendengar penjelasan anak remaja tersebut, si pendeta kemudian bersikeras untuk membeli burung-burung tersebut dengan harga yang cukup tinggi, walaupun nilai tersebut tidak sebanding dengan burung-burung semacam itu. Dengan nada tidak percaya si remaja berkata: "Mengapa Anda begitu berminat membeli burung-burung yang jelek, tidak berharga dan tidak berarti ini? Mengapa Anda harus berkorban dan pada saat yang sama menghentikan kenikmatan saya?" Namun setelah terjadi tawar menawar yang cukup panjang dan alot, akhirnya si remaja bersedia menerima uang hasil penjualannya dan pergi dengan perasaan terheran-heran.

Pengorbanan yang tersia-siakan

Tony Campolo dalam bukunya, "Who Moved The Price Tag?" menceritakan kisah nyata ini: Seorang pemuda brilian lulusan dari West Point Academy, sebuah akademi militer prestisius di Amerika, langsung dipercayakan untuk memimpin satu peleton pada perang Vietnam.

Suatu malam, mereka diserang oleh gerilyawan Vietcong sehingga keadaan mereka sangat terdesak, meskipun akhirnya mereka sempat menghindar. Sang pemuda ini berhasil menyelamatkan semua orang yang ada di dalam regunya. Di saat mereka bersiap-siap melarikan diri, mereka mendengar suara erang kesakitan seseorang dari regu mereka yang tertembak.

Pemuda tersebut berusaha kembali untuk menolong anggotanya yang kesakitan tersebut. Namun, semua orang dalam regu tersebut menghalangi niatnya untuk menolong rekan itu, mengingat kondisi yang sangat berisiko. Tetapi, si pemimpin ini bersikeras untuk kembali dan menyelamatkan rekannya yang terluka. la berhasil membopong rekannya tersebut dengan berlari menghindari tembakan musuh. Namun, saat mereka hampir mencapai garis aman, tubuhnya tiba-tiba rebah tertembus beberapa butir peluru musuh. Akhirnya, sang permmpin tewas seketika, namun nyawa anak buahnya tertolong.

Beberapa tahun setelah peristiwa itu, kedua orangtua dari sang pemimpin mendengar bahwa pemuda yang diselamatkan oleh anaknya berada di kota mereka. Dengan senang hati mereka mengundang pemuda itu untuk makan malam bersama. Tepat pada waktu yang disepakati, ternyata si pemuda tersebut tidak muncul juga. Setelah menunggu sekitar 1 jam lamanya, tiba-tiba si pemuda tersebut muncul dalam keadaan mabuk.

Ketika sedang makan malam bersama, acapkali si pemuda mengeluarkan kata-kata kotor, mengumpat, dan sama sekali tidak menunjukkan rasa hormatnya terhadap kedua orangtua dari pemuda yang telah mati untuk menyelamatkan nyawanya.

Begitu si pemuda itu pulang, sambil berpelukan dan menangis, pasangan bapak dan ibu sangat menyesalkan pengorbanan anaknya untuk orang yang bukan saja tidak tahu berlerima kasih, tetapi juga telah menyia-nyiakan hidupnya sendiri. Betapa lebih berharganya, apabila orang ini yang mati dan anak mereka tetap hidup untuk mengabdi kepada keluarga, bangsa dan negara.

Lalu, si pendeta melanjutkan khotbahnya: Suatu hari Tuhan Yesus bertemu dengan Setan dan menanyakan aktivitasnya akhir-akhir ini. Setan menjawab bahwa dia sedang sibuk membuat hidup manusia sengsara. Dengan tertawa terbahak-bahak dia bercerita bagaimana dia mengajarkan kebencian, isri, dengki dan rasa permusuhan kepada manusia. Juga dia sedang giat menghasut bangsa-bangsa untuk saling memojokkan satu sama lain, menyerang dan saling membunuh. Ia juga mengajar untuk membuat persenjataan yang lebih ampuh, bom yang lebih dahsyat untuk saling menghancurkan. Di dalam hidup sehari-hari manusia akan mengalami stres berat karena masalah keluarga, uang, pekerjaan dan seribu satu masalah yang menyebabkan hilangnya damai sejahtera dan sukacita.

Mendengar semua itu, Yesus segera menawarkan untuk 'membeli' manusia dari cengkeraman Setan. Dengan terheran-heran Setan balik bertanya mengapa Yesus mau melakukan semua itu. Ia bertanya, "Bukankah manusia-manusia itu adalah makhluk yang jahat, brengsek, nakal dan tidak tahu berterima kasih. Mengapa Yesus mau repot-repot membelinya?" Toh, akhirnya Setan akan membunuh semua manusia yang ada dalam cengkeramannya setelah dia puas bermain dan menyiksanya.

Namun karena Yesus bersikeras, Setan menuntut harga yang sangat mahal agar Yesus tidak mau menebusnya. Harga yang diminta adalah kesengsaraan yang tak tertahankan selama hidup-Nya di bumi, hidup dalam keterbatasan manusia, dan pada puncaknya mati secara mengenaskan di kayu salib. Dengan singkat Yesus menjawab, "Saya akan lakukan semua itu!" Ya. Yesus sudah membayar kita yang tidak berharga dan tidak berarti dengan harga yang sangat mahal: hidupNya sendiri!

Tuhan Yesus telah mati untuk Anda. la telah membayar hidup Anda dengan hidup-Nya sendiri dengan harga yang begitu mahal. Ia menebus kita dengan penderitaan yang luar biasa dan Ia mati di atas kayu salib yang melambangkan puncak dari penghinaan, derita, dan kesakitan yang pernah diderita oleh seseorang di dunia ini. Jika Anda seorang yang menyadari kebenaran ini, jangan sia-siakan pengorbananNya. Tunjukkan kasih dan ucapan syukur Anda kepadaNya,undang Dia masuk dalam hidup Anda dan dengan taat melakukan setiap kehendakNya. Tuhan memberkati kita semua Amin