Tema dari Ibadah Royal pada sabtu tanggal 7 mei ini adalah mengenai " Perpuluhan"
Setiap warga kerajaan Allah kita wajib mengembalikan perpuluhan seperti yang tertulis pada kitab Maleakhi 3:6-12 yaitu yang tertulis bahwa " Bahwasanya Aku,TUHAN tidak berubah,dan kamu,bani Yakub,tidak akan lenyap.Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya.Kembalilah kepada-Ku,maka Aku akan kembali kepadamu,firman Tuhan semesta alam.Tetapi kamu berkata:"Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?" Bolehkah manusia menipu Allah?Namun kamu menipu Aku.Tetapi kamu berkata:"Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?"Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu telah kena kutuk,tetapi kamu masih menipu Aku,ya kamu seluruh bangsa! Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan,supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku,firman TUHAN semesta alam,apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap,supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu,firman TUHAN semesta alam.Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia,sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan,firman TUHAN semesta alam". Kalimat-kalimat yang bercetak tebal di atas dengan jelas tertulis bahwa kita secara tidak kita ketahui kita telah terkena kutuk yang datangnya tanpa kita sadari.Kutuk ini datang pada kita karena kita telah menipu Allah dalam hal perpuluhan dan persembahan. Tuhan telah mencurahkan berkat-Nya kepada kita dengan sepenuh hati-Nya,jadi mengapa kita harus "hitung-hitungan" dengan Tuhan dalam hal persembahan benih dan perpuluhan?Ketahuilah dan sadarlah bahwa apa yang menjadi kepunyaan kita atau milik kita datangnya 100% dari Allah semuanya.Mungkin ada yang bertanya tanya buktinya apa bahwa semua yang dari milik kita merupakan milik Allah?Dalam kitab kejadian tertulis bahwa awal penciptaan bumi masih di liputi dengan kegelapan.Setelah itu barulah Tuhan menciptakan bumi serta isinya termasuk manusia.Ketika awal manusia diciptakan Tuhan telah menghembuskan nafas kehidupan kepunyaan Allah sendiri. Jadi kesimpulannya bahkan "diri kita" sendiri pun adalah 100% milik Allah.Ada beberapa hukum persepuluhan yang perlu kita ketahui dan kita laksanakan dalam hidup kita yaitu:
1. Besarnya 10% dari pendapatan kita
Yang perlu kita lakukan hanya menyisihkan 10% pendapatan kita untuk di kembalikan ke "rumah Tuhan".
2.Akan terkena kutuk jika tidak belajar taat
Seperti yang tertulis dalam kitab Maleakhi bahwa kutuk itu akan datang jika kita masih belum melakukan persepuluhan itu dengan taat
Untuk melepaskan kutuk tersebut kita hanya perlu memberi 10% dari pendapatan kita. Karena seperti yang tertulis dalam kitab imamat 27:30-31 bahwa segala persembahan persepuluhan dari tanah,baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan,adalah milik TUHAN;itulah persembahan kudus bagi TUHAN.Janganlah takut memberi karena Tuhan telah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa memberi.Jika kita telah menabur apa yang menjadi kewajibannya kita maka kita akan menuai apa yang telah kita tabur.Mengembalikan persepuluhan kepada Tuhan bukanlah akhir dari tugas kita sebagai anak TUHAN,karena persepuluhan bukanlah benih,akan tetapi memberi kepada orang yang sangat membutuhkan pertolongan kita merupakan benih.Tempat yang terbaik untuk menabur berkat kita adalah pada hamba Tuhan.Tujuannya bukan memperkaya hamba Tuhan tersebut melainkan agar saudara semua di berkati Tuhan.Mengembalikan persepuluhan dan menabur benih merupakan wujud ketaatan dan sikap mengasihi kita terhadap KRISTUS TUHAN.Oleh karena itu mulailah memiliki motivasi hati yang benar terhadap TUHAN agar hidup kita juga di berkati oleh TUHAN.Tuhan tidak mempermasalahkan seberapa besar kekayaan yang akan kita berikan kepada Tuhan melainkan Tuhan ingin tahu seberapa besar hati kita dalam memberi.Harta yang sebenarnya bukanlah harta duniawi melainkan harta Kasih Karunia dari ALLAH itu sendiri.Janganlah menempatkan harta duniawi sebagai "segalanya" karena itu merupakan berhala bagi TUHAN,dan Tuhan tidak menyukai hal tersebut.Seperti pepatah kata yang mengatakan "dimana hartamu berada disitu hatimu berada".Jangan biarkan harta dunia membutakan mata hatimu dan mengunci hatimu untuk TUHAN,karena tingkap-tingkap langit dan berkat tidak akan turun atasmu.Untuk itu belajarlah mengembalikan persepuluhan dengan berlandaskan sikap hati yang benar dan hikmat dari TUHAN.Yang terpenting adalah belajar memberi bukan pada saat kelimpahan saja melainkan memberilah juga pada saat kita mengalami kekurangan.Jadi intinya adalah berilah kepada Tuhan apa yang menjadi kemampuan kita dalam memberi.TUHAN memberkati kita semua,amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar