Selasa, 24 Mei 2011

Deroyal 21 Mei 2011

Dulu saya teringat dengan salah satu pegawai saya yang bernama okto yang berasal dari flores. Si Okto ini saya hendak meminta tolong kepadanya untuk menjemur jagung di luar karena saya hendak membuat popcorn. Nah kemudian si Okto bergegas mengambil jagungnya dan membawa pergi untuk di jemur. Ketika saya hendak masuk kantor ternyata saya mendapati Okto sedang memegang piring yang berisi jagung dan menjemurnya di luar jendela sambil terus memegang piring berisi jagung tersebut. Lalu saya menasehati dia bahwa dia akan merasa capek kalau melakukan hal tersebut.Kemudian saya memberi usul padanya sebaiknya menjemur jagungnya di luar saja dan tidak perlu memegang piringnya,kemudian tidak berselang lama si Okto kembali membawa jagung ke luar ruangan dan menjemurnya di lantai bawah di halaman kantor.Setelah saya menyusulnya ke bawah ternyata si Okto memang sedang menjemur jagungnya tapi matanya tidak mau terlepas dari jagung tersebut alias si Okto tersebut ternyata menjemur jagung sambil menunggu jagungnya sampai kering. Terkadang dalam hidup kita salah komunikasi dengan orang lain. Terkadang kita berjalan dalam hal yang salah tetapi menurut orang lain itu adalah hal yang benar. Tema bulan ini di ibadah royal masih seputar tentang Be Patient dimana kita sebagai anak-anak Allah mau menunggu dengan sabar akan janji Allah yang Luar Biasa pada kehidupan kita.
Seperti gambar yang ada di samping menggambarkan ilustrasi tentang suatu kesabaran. Anak tersebut ingin memberi makan burung akan tetapi karena anak kecil tersebut takut kalau burung-burungnya di dekati maka anak tersebut meletakkan makanan burungnya di tanah kemudian anak tersebut mengambil sikap duduk menunggu tanpa ada gerakan sedikitpun. Ternyata sikap menunggu tanpa bergerak ini pun di respon baik oleh burung-burung tersebut dan kemudian burung-burung tersebut tidak takut mendekati makanan walaupun ada anak tersebut di dekat mereka.Hal ini dapat terjadi karena anak tersebut tidak bergerak sedikitpun di dekat kawanan burung tersebut.Gerakan sedikit saja maka burung burung tersebut akan kabur.Burung sensitif dengan gerakan atau suara apapun di dekat mereka.Membutuhkan waktu yang lama untuk burung dara tersebut mempercayai anak kecil itu.Ketika burung-burung dara tersebut telah merasa bahwa di sekitarnya aman barulah burung dara mau mendekat dengan makanan tersebut. Ilustrasi tersebut mengajarkan kepada kita bahwa salah memberi statement saja maka akan hilanglah suatu kepercayaan orang lain terhadap kita. Ada kata-kata bijak yang mengatakan bahwa "kesabaran bukanlah kemampuan untuk menunggu, namun kemampuan untuk menjaga sikap baik sementara menunggu".Ternyata dalam range waktu menunggu sikap kita dengan cepat merespon apa yang terjadi pada saat itu saja.Terkadang apa informasi yang kita terima dengan panca indra kita respon sebagai suatu hal yang fakta.Misalnya saja ketika kita berada dalam suatu kegelapan atau melihat di depan mata kita hanyalah warna "hitam" saja,maka dengan cepat kita meresponnya dengan sebuah ketakutan atau perasaan bimbang. Tetapi apa yang di hadapi Yusuf ketika dia berada dalam sumur yang gelap atau berada dalam penjara yang kotor dan tidak menyenangkan? Yusuf memberi respon yang positif pada saat dia menghadapi situasi yang tidak menyenangkan tersebut. Ketika Yusuf melihat di depan matanya hanyalah warna "hitam",maka dengan sabar dia menunggu janji dan pertolongan Tuhan akan datang padanya tepat pada waktunya.Apa yang dilakukan Yusuf ketika dia menghadapai situasi buruk seperti itu? apakah dia langsung menyerah?Yusuf tahu bahwa Tuhan akan menolongnya. Oleh karena itu ketika dia menoleh ke atas sumur maka dia melihat "terang pengharapan" datang dari TUHAN.Pada saat kita sedang berada dalam fase menunggu apakah kita masih memegang janji Tuhan? atau dalam range waktu "menuggu"tersebut hidup kita justru berantakan karena kita tidak sabar menunggu?. Intinya adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapi sikap menunggu tersebut. Orang lain mungkin hanya sedang melihat kita mengepalkan genggaman yang kosong saja.Akan tetapi antara kita dengan Tuhan mempunyai hal pribadi yang hanya kita sendiri saja yang tahu bahwa tangan kita sedang menggengam erat janjinya Tuhan.Kalau untuk melepaskan sesuatu kita lihat berdasarkan nilai duniawi saja maka kita akan susah melepaskan hal tersebut. Di saat kita telah jenuh dalam menunggu mungkin terlintas dalam pikiran kita bahwa Allah tidak memihak kita atau Allah mungkin terlalu sibuk sehingga tidak memperhatikan kesusahan yang kita alami. Akan tetapi saya mau beritahu kepada saudara yang terkasih dalam KRISTUS " Tuhan sedang menyimpan sesuatu hal yang lebih baik bahkan beratus kali lebih baik dari apa yang sudah kita tinggalkan sebelumnya,untuk kita nikmati di kemudian hari. Tuhan mempunyai sejuta cara untuk memanggil kita untuk kembali. Dalam fase menunggu terkadang kita dapat belajar pengalaman-pegalaman yang indah sebelum kita mendapatkan yang terbaik untuk kita. Tuhan memberkati kita semua.Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar