Minggu, 24 Juli 2011

Deroyal 23 juli 2011

Kisah Sukses Hamba Tuhan Cak Asmo
Dari Gerobak keliling sampai menjadi restoran yang ramai .

Hal inilah yang dialami oleh seorang hamba Tuhan yang luar biasa yaitu Cak Asmo.
Beliau merupakan seseorang yang benar-benar rendah hati dan memiliki hati seorang hamba karena selalu memikirkan orang lain dan memberkati orang lain yang membutuhkan.Hal tersebut terbukti kalau beliau mempekerjakan pegawai yang dari golongan "bawah" dan bukan pegawai yang memiliki "sekolah tinggi". Walaupun orang-orang yang dipilihnya itu berada pada golongan kaum bawah atau bahkan ditolak masyarakat beliau masih tetap dengan sabar melatih mereka dan memberikan mereka atmosfir kasih setia Tuhan kepada mereka.Pak asmo telah menabur kasih dengan demikian dia telah beroleh kebahagiaan tersebut.

Mungkinkah seorang penjual nasi goreng keliling membangun restoran? Tentu saja, contohnya Cak Asmo. Awalnya, ia hanya berjualan nasi goreng dengan menggunakan gerobak. Saat ini, Cak Asmo telah memiliki dua restoran dengan nama yang sama dan mempekerjakan 60 pekerja. Namun, kesuksesan itu tidak datang dengan mudah. Berikut kisahnya.

Pada tahun 1992, Cak Asmo merantau ke Bali. Saat itu, ia membantu kakaknya berjualan nasi goreng dan mie goreng dengan menggunakan gerobak dorong.

Cak Asmo: Saya ke Bali, saya gabung dengan kakak jualan makanan, istilahnya mie tok-tok ya. Pengalaman juga tidak punya, modal juga tidak punya, sekolah pun saya tidak bisa tamat SMA.

Setelah mengikuti sang kakak selama enam bulan, akhirnya ia pun memutuskan untuk berjualan sendiri. Awalnya, ia berjualan di dekat Kampus Udayana. Saat itu, konsumennya kebanyakan mahasiswa. Selanjutnya, Cak Asmo mencoba mengembangkan usahanya dengan berjualan di emperan toko. Namun tak berapa lama kemudian, pemilik toko tidak lagi memperbolehkan Cak Asmo berjualan di depan tokonya. Meski berat, ia tidak tahu harus berbuat apa.

Cak Asmo: Dalam perjalanan itu pun saya dengan tabah, bahwa saya tidak boleh lagi ada di tempat itu untuk berjualan. Waktu itu saya numpang. Jadi, saya tidak punya hak untuk mempertahankan diri.

Dalam keadaan yang terdesak dan tidak ada jalan keluar, Cak Asmo dan istrinya pun berdoa kepada Tuhan. Selama satu minggu, mereka tidak henti-hentinya berdoa untuk mendapatkan jalan keluar dari Tuhan.

Doa Cak Asmo terjawab. Pada tahun 1997, seorang ibu yang juga teman satu gereja Cak Asmo menawarkan sebuah tempat untuk berjualan, tepatnya di Jl. Pulau Komodo, Denpasar. Tempat itu dapat digunakan Cak Asmo secara cuma-cuma.

Cak Asmo: Tuhan tunjukkan satu kuasa di mana bahwa istri dari om tersebut datang kepada saya (dan berkata), “Asmo, kamu tidak usah pindah dari tempat ini kalau ndak saya suruh pindah.”

Di tempat berukuran 12mx8m itu lah Cak Asmo membuka restoran dengan memperjakan 4 karyawan. Ia pun tinggal di situ bersama isteri dan anaknya.
Di luar dugaan mereka, sesuatu terjadi pada usahanya. Meski Cak Asmo tidak memiliki latar belakang bekerja di restaurant, ia selalu berusaha untuk mencoba menu-menu baru. Misalnya, bila ia diajak makan di sebuah restoran, ia akan mengamati menu restoran tersebut dan mencoba membuatnya. Berkat kreativitasnya ini, menu restorannya pun semakin bertambah, sehingga restorannya semakin ramai dipadati penikmat makanan lezat.

Cak Asmo: Tuhan buktikan bahwa dari emperan itu saya pindah ke dalam. Ini kalau bukan Tuhan, tidak bisa terjadi seperti ini. Saya dibawa Tuhan untuk terus berharap, “Kamu akan terus naik dan tidak turun.” Bahwa Tuhan pimpin untuk kita ekspansi, untuk terus meningkat.

Mengembangkan usaha memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Cak Asmo pun pernah mengalami kegagalan. Restoran kedua yang baru dibukanya terbakar habis. Cak Asmo hanya bertanya pada Tuhan, apa yang salah dengan dirinya.

Cak Asmo: Saya bukan marah sama Tuhan, tetapi saya justru datang kepada Tuhan, ampuni saya, saya melangkah tidak berdasarkan tuntunan Tuhan. Dan itu membuat saya semakin sadar dan mengerti bahwa jangan kita memaksa untuk Tuhan itu setuju dengan apa yang kita kerjakan, tetapi kita yang setuju dengan apa yang Tuhan mau kerjakan dalam hidup kita.

Setelah itu, usaha Cak Tarno dipulihkan Tuhan. Ia dapat membuka kembali restoran keduanya. Saat ini, ia telah mempekerjakan sekitar 60 karyawan dan restorannya bisa menyajikan kurang lebih 100 menu makanan. Ia berusaha tetap mempertahankan kualitas masakan dengan harga yang terjangkau, sesuai motto: ‘Cita rasa bos, kantong anak kos’.

Cak Asmo telah menuai kesuksesan. Restorannya kini semakin dipadati pengunjung. Kesuksesan ini diraihnya dengan selalu bekerja keras, disiplin dan bantuan dari banyak orang. Namun menurut Cak Asmo, rahasia terbesar usahanya adalah…

Cak Asmo: Jika bukan Tuhan, tidak ada apa-apanya hidup saya.

“TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,” (Ulangan 28:13)

Selasa, 19 Juli 2011

Deroyal 16 juli 2011

Hal yang paling sulit dihadapi manusia adalah masalah emosi. Jika kita sudah tidak bisa menahan lagi emosi kita maka kita akan melontarkan kata-kata yang akan menyakiti seseorang atau orang-orang disekitar kita. Hal tersebut adalah penyebab manusia jatuh kedalam dosa.Terkadang lingkungan disekitar kita memang tidak mendukung dan selalu mengintimidasi kita sehingga kita tanpa sadar telah emosi dan berbuat dosa. Iblis selalu mencari cara untuk menemukan apa yang menjadi kelemahan kita kemudian menggunakan kelemahan kita tersebut dengan menjatuhkan kita dan menjauhkan kita dari Tuhan. Ketahuilah bahwa kita harus pintar berhikmat dengan mencari cara agar kita terhindar dari dosa yang kita perbuat sendiri.

Firman Tuhan hari sabtu tanggal 16 juli 2011 di ibadah Royal kali ini berbeda karena kita kedatangan team KKR dari Belanda.Mereka datang untuk memberkati para anak muda.Ibadah royal kali ini merupakan gabungan antara ibadah pemuda dan para dewasa muda.Tema kali ini adalah mengajak kepada kita semua untuk berani mengatakan bahwa "kita adalah pemenang".
Kenapa pendeta Markus Vandersteen mengatakan hal demikian? Karena secara biologis kita semua terlahir dari proses kelahiran yang luar biasa hasil maha karya dari Allah.Apakah kita mau menjadi seekor belalang yang hanya takut akan para raksasa,hanya menjadi parasit yang merusak tanaman dan akan hancur ketika diinjak begitu saja?atau kita mau menjadi seperti pahlawan perang yang pemberani seperti Yosua dan Kaleb?Bayangkan bahwa anda sedang dipakai oleh Tuhan untuk melakukan gerakan revival yang luar biasa di pulau Bali.Tiap tahun turis-turis asing dari berbagai negara pasti berlibur ke Bali dan menikmati liburannya di pulau tersebut.Tugas kita sebagai anakNYA adalah menyampaikan firman Tuhan dan memberitakan injil kepada mereka agar dengan demikian mereka dapat ikut mendapatkan keselamatan tersebut dan ototmatis mereka juga akan membawa apa yang mereka dapat dari pulau Bali ke negara mereka masing-masing.80 persen dari pulau Bali masih terbelenggu oleh "awan gelap" yang artinya masih berada di bawah tekanan perbudakan seperti dalam kisah ketika Musa berusaha membawa bangsa Israel keluar dari Mesir (tanah perbudakan).Masih ada allah-allah yang lain bersemayam di hati mereka.Kata Revival bukanlah gereja yang dipenuhi orang-orang melainkan orang-orang yang dipenuhi oleh Kuasa Tuhan.Turis-turis yang datang ke Bali rata-rata kebanyakan masih berada dalam "perbudakan dari Mesir".Mereka masih bersahabat dengan iblis. Dalam firman Tuhan: " dihari terakhir Tuhan akan mencurahkan Roh kudus dan akan menyerukan namaNYA kepada seluruh umat manusia agar mereka datang kepadaNYA".

Kita harus menjadi seperti Daud yang diurapi oleh Tuhan.Setiap manusia pastilah mempunyai mimpi dan impian.Begitu pula degan Tuhan yang mempunyai mimpi bahwa semua umat manusia diurapi oleh kuasa Tuhan.Manusia yang mempunyai visi akan berjalan bersama Tuhan dan akan mendapatkan kemenanagan yang sempurna.Akan tetapi jika ada manusia yang menjauh dari Tuhan dan bertindak dengan pemikiran dan kekuatannya sendiri maka manusia tersebut akan gampang terjatuh dan mengalami kegagalan.Kalau Roh Allah ada di atas mu maka kita dipenuhi oleh kuasa Tuhan dan kemanapun anda melangkah maka kita akan membawa atmosfir yang penuh damai sejahtera.Ketika Tuhan sedang menyerahkan visinya kepada kita biasanya untuk mengambil langkah pertama kita dikuasai oleh roh ketakutan,akan tetapi hadapilah dan lawanlah rasa takut tersebut.Yesus pun pernah mengalami rasa takut ketika berada di taman Getsemani dan berdoa sebelum Dia di tangkap oleh tentara romawi.Tapi Tuhan dapat mengatasi rasa takut tersebut dengan cara berbicara dengan BapaNya di Surga.Tuhan pun mau agar kita tidak menjauh dariNya tetapi mendekatlah kepada Tuhan.Maka segala jalan akan dibukakan bagimu. GBu all

Jumat, 15 Juli 2011

Deroyal 09 Juli 2011

Bulan ini berbicara soal agile yang artinya tangkas dan cekatan.Seperti yang kita lihat dalam kitab kejadian 49:21-24. Disebutkan tentang tokoh-tokoh Alkitab yang sangat luar biasa di mata Tuhan.
mereka telah menyenangkan hati Tuhan dengan menjadi "pilar-pilar yang kokoh" untuk Tuhan. Mereka cekatan dan tangkas dalam mengerjakan sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan.
Warisan kita saat ini bukan kristen saat ini tapi warisan untuk memperoleh kekekalan. Penyebab manusia mudah jatuh adalah ;
1. Menghadapi peperangan rohani.
Mungkin saja kita bisa lincah akan tetapi jika kita bukan lincah dalam "pekerjaan" Tuhan yang dikehendakiNya maka kita akan mudah jatuh kedalam dosa.Seperti yang tertulios dalam kitab efesus 6:10 yang mengatakan bahwa kita harus kuat didalam Tuhan dan berbaju zirahkan doa.Semakin kita intim dengan Tuhan maka pada saat itulah peperangan rohani kita akan terasa.Ketika kita mulai mendekat kepada Tuhan saat itulah iblis juga akan mulai gencar untuk membuat kita akan semakin jauh dari Tuhan.Saat yang paling tepat agar kita bisa lebih dekat dengan Tuhan adalah pada saat masa muda kita. Karena hal yang tidak bisa terulang lagi adalah masa muda. Masa muda adalah masa yang rentan dan penuh gejolak semangat.Jika masa muda kita diisi dengan hal-hal yang sia-sia dan negatif maka itu akan menjadi dosa bagi kita dan iblis telah merampasnya dari setiap kamu.Akan tetapi jika masa muda kita diisi dengan memuliakan nama Tuhan dan mengerjakan pekerjaan Tuhan maka kita akan mengalami yang namanya kemenangan demi kemenangan.

2. Bertahan dalam menghadapi masa pencobaan
Janganlah kita membiarkan iblis merampas masa muda kita sehingga kita jatuh kedalam dosa.
Janganlah membiarkan iblis menang dan membuat Tuhan kecewa.Masa pencobaan lebih akan terasa pada saat kita berada dalam masa muda.Pencobaan-pencobaan tersebut antara lain ;
-- Belum dapat menerima tanggung jawab besar
Jika kita dipercayakan untuk menerima sebuah tanggung jawab janganlah kita langsung menolaknya dan mengatakan ita todak mampu padahal kita sebenarnya mampu.Itu tandanya kita adalah manusia yang sombong.
--mudah lupa memprioritaskan pada Tuhan
Janganlah mengabaikan apa yang menjadi prioritas utama kita yaitu Tuhan. Karena jika tidak maka hidupmu akan menjadi sia-sia belaka.Percayalah bahwa Tuhan adalah segala-galanya bahkan penolong yang setia disaat kita susah.
--kurang berhikmat
Kita tidak bisa menerima warisan kerajaan Allah karena kita:
--hidup dalam ketidak taatanakan Tuhan.
--hidup dalam murka Allah.

3. Fokus.
Masa muda adalah masa yang sungguh indah jika kita melewatinya bersama Tuhan.Kalau kita sudah tahu apa yang sudah menjadi prioritas kita maka tanpa kita suruhpun kita akan mau melakukannya dengan segenap hati.Kalau mau lulus memerintah bersama Tuhan maka kita harus tetap fokus pada Tuhan
Dalam ayat mazmur 103:5 Tuhanlah yang menjadi sumber segala kebaikan dan kepuasan bagi kita dikala kita akan terjatuh dan dalam kesusahan.Manusia gampang jatuh dalam dosa karena tidak mau mendekat kepada Tuhan.Dan mau bersandar padaNya. GBU all

Deroyal 02 juli 2011

Masih di bulan yang sama dengan tema yang sama pada sabtu tanggal 2 juli di ibadah royal yaitu temanya berjudul " Talent is never enough" . Berbicara soal talenta,Tuhan telah memberikan talenta atau bakat pada setiap manusia sejak manusia itu dilahirkan.Setelah manusia beranjak dewasa manusia mencari jati dirinya dan mengasah kemampuan talenta yang dimilikinya sehingga menjadi berguna bagi dirinya sendiri kelak dan bagi orang lain.Masalahnya adalah apakah manusia itu sendiri mau melakukannya? mau mengasah talenta yang diberikan Tuhan olehnya? ataukah hanya menyimpaannya saja atau malah menguburnya dalam-dalam sehingga menjadi "dosa" bagi dirinya sendiri?Tuhan tidak senang dengan pribadi manusia yang malas dan tidak mau berusaha.Tuhan mau agar kemampuan atau talenta kita lebih diasah sehingga kita dapat menjadi orang yang berguna dan cekatan bagi Tuhan.Ada sebuah cerita sederhana.
Suatu hari ada seorang yang bernama Sutini sedang mencangkul di sawah.Ketika sedang mencangkul dia melihat ada 3 orang sedang masuk ke rumahnya hendak bertamu.Melihat hal tersebut Surtini kemudian meninggalkan pekerjaannya dan menyambut ketiga tamu tersebut ke dalam rumahnya,karena kebetulan suaminya sedang sibuk dibelakang rumah.Sementara itu suami surtini yaitu pak Sutono ketika mendengar ada suara orang di ruang tamu suaminya langsung ke depan untuk menengok apa yang terjadi.Ketika ke ruang tamu pak sutono mendapati ketiga tamu tersebut sedang duduk-duduk di ruang tamu.Kemudian pak Sutono bertanya kepada mereka " Ada yang bisa saya bantu? " kemudian mereka mulai memperkenalkan diri mereka masing-masing dari mereka bernama kebahagiaan,kekayaan,dan kesuksesan.Kemudian mereka menawarkan apa yang menjadi nama mereka kepada kedua suami istri tersebut.Setelah itu kedua suami istri tersebut masuk kedalam rumah dan mulai berunding bahwa mereka hendak menerima tawaran yang mana?setelah berunding istri sutono hendak memilih tawaran si kekayaan dan kesuksesan saja. Akan tetapi anak mereka yang berumur 3 tahun kemudian tiba-tiba keluar dari kamar dan berkata sebaiknya ortunya memilih sang kebahagiaan saja.Tentu saja ortunya mendengar apa kata anaknya saja. Akhirnya ketika sang kebahagiaan di pilih dan dipanggil mendekat kepada mereka tiba-tiba saja pada saat sang kebahagiaan mengambil langkah pertamanya,si kesuksesan dan si kekayaan ikut melangkah dari belakang si kebahagiaan tersebut.Jadi intinya adalah apapun hal yang kita alami yang terpenting adalah selalu bersyukur dalam segala kondisi kita sehingga hal yang tidak puaspun akan kita rasakan menjadi puas dan mengalami kebahagiaan tersebut. Jika kita sudah mengalami kebahagiaan maka hal yang lain akan ditambahkan oleh Tuhan secara tak terduga terhadap kita.

Begitu juga halnya dengan bakat.Jika berbicara soal bakat yang kita punya,mungkin kita sendiri tidak tahu bakat apa yang kita miliki sehingga kita merasa hampa dan toidak merasa bahagia.Padahal Tuhan mau agar bakat kita lebih dipertajam lagi dan diasah dalam bentuk latihan yang disiplin.Untuk menegmbangkan bakat yang kita miliki diperlukan realisasi atas mimpi kita. Jika kita mempunyai mimpi yang tinggi tapi hanya kita pendam/kubur saja maka itu akan menjadi sesuatau hal yang sia-sia saja di mata Tuhan.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketidak berhasilan kita dalam mengembangkan bakat yang kita miliki yaitu ;
1. Intimidasi.
yang dimaksud di sini adalah bagaimana respon kita terhadap diri kita sendiri.Apakah kita menilai diri kita sendiri hanya berdasarkan penilaian orang lain saja? terkadang manusia cenderung down atau kurang percaya diri ketika mulai diintimidasi oleh orang-orang disekitarnya. Mungkin ada yang mengatakan kamu tidak mampu atau kamu tidak akan mungkin bisa berhasil,akan tetapi Tuhan tahu benar apa yang menjadi kemampuan kamu.Tuhan tahu benar setiap pergumulan yang kita hadapi.Tuhan tidak tinggal diam melihat anak-anakNya berada dalam kesusahan.Tuhan tahu segala sesuatu yang menjadi kebutuhan kita. Dia cuma mau agar kita mendekat kepadaNya saja dan mau berjalan bersamaNya.Selalu mengandalkan Tuhan 100% dalam hidup kita adalah sebuah senjata yang ampuh dalam titik keberhasilan kita untuk mengembangkan potensi bakat yang dimiliki oleh setiap kita.Karena itu janganlah mudah terpengaruh dengan setiap intimidasi yang kerap kali menyerang karena itu semua akal bulus dari sang iblis untuk menjatuhkan kita.Percayalah hanya pada Tuhanlah engkau menang dan berjaya.
2. Ketakutan/mistake
Kesalahan ternyata ada pesan yang terkandung didalamnya.Ketakutan akan mengalami suatu kegagalan tentu saja sudah pernah sering di alami oleh semua orang.Seorang pemenang bukanlah seorang yang gagal akan tetapi seseorang yang mengambil pelajaran dari kegagalan untuk menjadi orang yang baru dan dijadikan sebagai pengalaman yang berharga.Kitalah yang memegang kendali atas diri kita sendiri dan bukan orang lain.Jadi kenapa kegagalan kita hanya diukur oleh pendapat orang lain dan perasaan kecewa kita yang terlalu mendalam?.Pada saat kita menangkap beberapa momentum maka kita akan lebih pnya kesempatan untuk mempelajari dan memahami bahwa apa yang terbaik untuk kita nantinya.Menangkap sebuah momentum lebih baik daripada tidak sama sekali.Pada saat kita mau rendah diri maka dari situlah bakat kita akan benar-benar dipoles.
Kesuksesan tidak ada kaitannya dengan fasilitas,kekayaan dan hal duniawi lainnya,tapi dari Tuhan dan diri kita sendiri. Kegagalan adalah bukan sesuatu yang harus dibuang tapi sesuatu yang hatus diterima untuk dijadikan pembelajaran dan pengalaman sehingga kita dapat berbagi dengan orang lain darimana kita mendapatkan kesuksesan tersebut.Serahkan semua rasa khawatirmu pada Tuhan maka Tuhan yang akan mengerjakan bagianNya.