Kita telah memasuki minggu kedua di ibadah royal dan semuanya masih seputar tentang pembahasan tema yang sama yaitu tentang “be trustworthy” yang mempunyai makna tentang suatu kepercayaan. Sebagai orang kristen tentu saja kita memiliki keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yesus agar dengan maksud agar kita ingin diselamatkan dari maut dan dosa. Ketika kita dalam masalah pasti kita selalu datang kepada Tuhan dan meminta pertolongan d
ari Tuhan. Ketika kita sedang dalam pergumulan Tuhanlah yang selalu menjadi wadah pengaduan dan pertolongan kita.Tahukah anda secara tidak anda sadari anda telah memperlakukan seolah-olah Tuhan hanya seperti “tempat sampah” anda untuk membuang segala permasalahan hi
dup saudara saja. Ketika anda sedang hidup dalam kemewahan,diberkati dengan kebahagiaan,keberuntungan,dan sukacita,pastilah anda seperti orang yang lupa daratan. Ketika anda menda
patkan semuanya itu anda lupa mengucapkan syukur dan ucapan terima kasih terhadap Tuhan yang telah membebaskan kita dari penderitaan kita.Ketika anda sudah melupakan kebaikan Tuhan dan lebih memilih “kemewahan dunia” maka anda bukanlah orang yang dapat dipercaya atau bukan orang kepercayaan dari Tuhan. Ada 3 tingkatan kategori orang-orang yang percaya yaitu:
- Orang yang percaya ( 1 Petrus 1:8-9 )
Dalam ayat tersebut meyebutkan bahwa barangsiapa yang pernah melihat Dia(Tuhan) namun kita percaya dan mengasihi Dia,sekalipun kita belum pernah bertemu langsung dengan Tuhan,maka kita sedang meningkatkan level iman kita melewati tingkat kemulian demi kemuliaan yang lebih besar hingga kita dapat bertemu langsung dengan Tuhan. Dengan demikian kita telah membangun hubungan yang baik seperti hubungan anak dan bapa.
- Orang yang dapat di percaya.
Ada sebuah perumpamaan tentang seorang bangsawan yang menyerahkan mina/talenta kepada hamba-hambanya untuk dengan harapan agar mereka dapat mengembangkan mina/talenta yang diberikan oleh bangsawan tersebut,akan tetapi dari keempat hambanya ada satu hambanya yang tidak taat dan tidak mengalami multiply oleh karena itu Tuhan ingin agar kita menjadi orang yang dapat di percaya dan menyenangkan hatiNya.Tuhan ingin agar kita tidak berhenti di satu level menjadi orang percaya saja akan tetapi Tuhan mau agar kita menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap harta orang lain.
- Orang kepercayaan Tuhan( Kej 22:1-13 )
Kitab kejadian 22:1-13 mengkisahkan tentang kesetiaan dan ketaatan dari Bapa segala bangsa Abraham kepada Allah. Abraham adalah orang kepercayaan dari Tuhan karena ia tahu maksud hati dari Allah BapaNya di surga,begitupun Allah Bapa di surga tahu betul karakter dari anaknya Abraham,karena itu hubungan mereka sangat erat dan intim,seperti layaknya seorang anak dan bapa. Di kisah tersebut Allah berfirman kepada Abraham bahwa dia harus mempersembahkan harta satu-satunya yang ia kasihi yaitu anaknya yang tunggal, Ishak untuk menjadi korban persembahan. Sebagai manusia biasa bisa saja Abraham menolak perintah Allah,akan tetapi Abraham tetap patuh dengan AllahNya dan terus maju menjalankan segala perintah Allah.
Ada 4 macam penghalang orang masuk kedalam jemaah Tuhan yaitu:
- Orang yang tidak produktif dalam menghasilkan karya-karya Tuhan misalnya dengan meyebarkan firman Tuhan dan memenangkan jiwa baru( Ulangan 23:1 )
- “Anak Haram” yang artinya orang yang masih terbelenggu oleh nafsu duniawi dan masih terikat oleh kuasa kegelapan.
- Orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri/egois seperti seorang Amon atau Moab yang tertulis di Alkitab bahwa mereka adalah tipikal bangsa yang sombong dan hanya memikirkan dirinya sendiri.terbukti ketika bangsa israel hendak meyebrang bangsa Amon tidak menyongsong mereka dengan roti dan air pada waktu perjalanan mereka keluar dari Mesir.( Ulangan 23:3-4 )
- Yang terakhir adalah janganlah menjual hak sulung kita untuk hal-hal yang berhala,melainkan hanya kepada Tuhanlah NamaNya selalu kita permuliakan dan kita sembah dengan hak anak sulung kita.Tuhan memberkati kita semua,Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar