Minggu, 22 Januari 2012

Deroyal 07-01-2012

Awal tahun 2012 ini merupakan tahun dimana kita masih tetap diberikan kesempatan lagi oleh Tuhan untuk mereview kembali tindakan atau perbuatan apa saja yang telah kita lakukan di tahun-tahun sebelumnya. Apakah kita masih mengenakan jubah kita yang lama?? apakah kita masih belum meninggalkan dosa kita yang lama?.Jika kita telusuri seakan-akan tahun demi tahun berlalu dengan sangat cepat tanpa kita sadari umur kita bertambah dan semakin mendekati yang namanya tua dan akhirnya meninggal. Kita tidak memilih untuk mengurangi umur agar tetap masih terlihat muda atau awet muda akan tetapi kita dapat melewati kehidupan kita dengan mengisinya dengan sesuatu yang berguna. Yang kita fokuskan di ibadah kita kali ini adalah mengenai center atau pusat. Ada orang/manusia yang masih belum puas dengan waktu yang masih belum cukup karena sehari hanya 1x24 jam saja. Manusia selalu bekerja dan terus bekerja atau melakukan aktivitas dengan segala kesibukannya sendiri tanpa melakukan sesuatu untuk menyenangkan hati Tuhan. Padahal setiap hari Tuhan amat merindukan agar setiap kita mau mendengar cerita NYA dalam bentuk kisah yang tertulis dalam alkitab. Bukankah sudah tertulis dalam kitab mazmur yang tertulis bahwa kita memerlukan " sela " atau jedah atau berhenti sejenak untuk mengevaluasi diri sejenak untuk worship menyembah Tuhan dan mempunyai waktu yang intim dengan Tuhan tanpa ada gangguan apapun. Apakah yang menjadi tujuan dalam hidupmu?? apakah kita hanya mau berada dalam zona nyaman? bukankah di tahun yang baru ini kita ingin sebuah terobosan baru untuk Tuhan?? segeralah tinggalkan tempat asal kita dan mulailah mengambil langkah pertama anda untuk mulai bangkit dari keterpurukan dosa dan melakukan sebuah terobosan yang kaya akan hikmat dari Tuhan. Sejak kita dilahirkan atau bahkan kita masih berada dalam kandungan ibu Tuhan telah mempunyai rancangan-rancangan dengan tujuan yang luar biasa untuk kita. Sekarang kembali lagi pada kita apakah kita mau terus berada di jalur Tuhan?? ataukah mau melenceng keluar dari rancangan Tuhan??Tuhan menciptakan kita tiap manusia dengan mempunyai tujuan yang berbeda,dengan rancangan-rancangan Allah yang penuh dengan kemakmuran dan kesejahteraan. Pada waktu kita mengatur tujuan hidup kita maka kita harus fokus dengan tujuan tersebut. Terkadang sewaktu kita masih muda kita menjual kesehatan untuk membeli kekayaan atau dalam pengertian kita bekerja sampai tengah malam menjelang subuh sampai tubuh kita sakit hanya untuk mengejar uang.Tetapi pada waktu kita sudah tua kita menjual segala kekayaan kita hanya untuk membeli kesehatan. Kejarlah prioritas kita yang sebenarnya maka tuaian besar akan terjadi dalam hidup kita,seperti yang tertulis dalam injil bahwa " kejarlah dahulu kerajaan Allah maka semua akan ditambahkan kepadamu". Tuhan memberkati kita semua .. amin

Janganlah menghakimi sesama manusia karena kita semua juga adalah orang yang terhukum

INJIL MENURUT TOKO SERBA ADA
(Ajari aku untuk tidak menghakimi)

Ada kisah tentang kebaikan dan kasih yang tercecer dari antara perayaan-perayaan Natal. Semacam kisah Orang Samaria yang Baik Hati.
Kisah tentang kasih yang indah ini sayangnya tidak terjadi di gereja, tetapi di sebuah Dept. Store di Amerika Serikat.

Pada suatu hari seorang pengemis wanita yang dikenal dengan sebutan “Bag Lady” (karena segala harta-bendanya hanya termuat dalam sebuah tas yang ia jinjing kemana-mana sambil mengemis) memasuki sebuah Dept. Store yang mewah sekali. Hari-hari itu adalah menjelang hari Natal. Toko itu dihias dengan indah sekali. Lantainya semua dilapisi karpet yang baru dan indah.
Pengemis ini tanpa ragu-ragu memasuki toko ini. Bajunya kotor dan penuh lubang-lubang. Badannya mungkin sudah tidak mandi berminggu-minggu Bau badan menyengat hidung. Ketika itu seorang hamba Tuhan wanita mengikutinya dari belakang. Ia berjaga-jaga, kalau petugas sekuriti toko itu mengusir pengemis ini, sang hamba Tuhan mungkin dapat membela atau membantunya. Wah, tentu pemilik atau pengurus toko mewah ini tidak ingin ada pengemis kotor dan bau mengganggu para pelanggan terhormat yang ada di toko itu. Begitu pikir sang hamba Tuhan wanita. Tetapi pengemis ini dapat terus masuk ke bagian-bagian dalam toko itu. Tak ada petugas keamanan yang mencegat dan mengusirnya. Aneh ya Padahal, para pelanggan lain berlalu lalang di situ dengan setelan jas atau gaun yang mewah dan mahal.

Di tengah Dept. Store itu ada piano besar (grand piano) yang dimainkan seorang pianis dengan jas tuksedo, mengiringi para penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu natal dengan gaun yang indah. Suasana di toko itu tidak cocok sekali bagi si pengemis wanita itu. Ia nampak seperti makhluk aneh di lingkungan gemerlapan itu. Tetapi sang ‘bag lady” jalan terus. Sang hamba Tuhan itu juga mengikuti terus dari jarak tertentu.

Rupanya pengemis itu mencari sesuatu dibagian Gaun Wanita. Ia mendatangi counter paling eksklusif yang memajang gaun-gaun mahal bermerek (branded items) dengan harga diatas $ 2500 per piece. Kalau dikonversi dengan kurs hari-hari ini, harganya dalam rupiah sekitar Rp. 20 juta per piece. Baju-baju yang mahal dan mewah ! Apa yang dikerjakan pengemis ini?
Sang pelayan bertanya, “Apa yang dapat saya bantu bagi anda ?”
“Saya ingin mencoba gaun merah muda itu ?”
Kalau anda ada di posisi sang pelayan itu, bagaimana respons anda ? Wah, kalau pengemis ini mencobanya tentu gaun-gaun mahal itu akan jadi kotor dan bau, dan pelanggan lain yang melihat mungkin akan jijik membeli baju-baju ini setelah dia pakai. Apalagi bau badan orang ini begitu menyengat, tentu akan merusak gaun-gaun itu. Tetapi mari kita dengarkan apa jawaban sang pelayan toko mewah itu.
“Berapa ukuran yang anda perlukan ?”
“Tidak tahu !”
“Baiklah, mari saya ukur dulu.”
Pelayan itu mengambil pita meteran, mendekati pengemis itu, mengukur bahu, pinggang, dan panjang badannya. Bau menusuk hidung terhirup ketika ia berdekatan dengan pengemis ini. Ia cuek saja. Ia layani pengemis ini seperti satu-satunya pelanggan terhormat yang mengunjungi counternya.”OK, saya sudah dapatkan nomor yang pas untuk nyonya ! Cobalah yangini !” Ia memberikan gaun itu untuk dicoba di kamar pas. “Ah, yang ini kurang cocok untuk saya. Apakah saya boleh mencoba yang lain?
“Oh, tentu !”
Kurang lebih dua jam pelayan ini menghabiskan waktunya untuk melayani sang “bag lady”. Apakah pengemis ini akhirnya membeli salah satu gaun yang dicobanya? Tentu saja tidak ! Gaun seharga puluhan juta rupiah itu jauh dari jangkauan kemampuan keuangannya.

Pengemis itu kemudian berlalu begitu saja, tetapi dengan kepala tegak karena ia telah diperlakukan sebagai layaknya seorang manusia. Biasanya ia dipandang sebelah mata. Hari itu ada seorang pelayan toko yang melayaninya, yang menganggapnya seperti orang penting, yang mau mendengarkan permintaannya.

Tetapi mengapa pelayan toko itu repot-repot melayaninya ? Bukankah kedatangan pengemis itu membuang-buang waktu dan perlu biaya bagi toko itu? Toko itu harus mengirim gaun-gaun yang sudah dicoba itu ke Laundry, dicuci bersih agar kembali tampak indah dan tidak bau. Pertanyaan ini juga mengganggu sang hamba Tuhan yang memperhatikan apa yang terjadi di counter itu. Kemudian hamba Tuhan ini bertanya kepada pelayan toko itu setelah ia selesai melayani tamu “istimewa”-nya.
“Mengapa anda membiarkan pengemis itu mencoba gaun-gaun indah ini ?”
“Oh, memang tugas saya adalah melayani dan berbuat baik (My job is to serve and to be kind !) “Tetapi, anda ‘kan tahu bahwa pengemis itu tidak mungkin sanggup membeli gaun-gaun mahal ini?”
“Maaf, soal itu bukan urusan saya. Saya tidak dalam posisi untuk menilai atau menghakimi para pelanggan saya. Tugas saya adalah untuk melayani dan berbuat baik.” Hamba Tuhan ini tersentak kaget. Di jaman yang penuh keduniawian ini ternyata masih ada orang-orang yang tugasnya adalah melayani dan berbuat baik, tanpa perlu menghakimi orang lain.

Hamba Tuhan ini akhirnya memutuskan untuk membawakan khotbah pada hari Minggu berikutnya dengan thema “Injil Menurut Toko Serba Ada”. Khotbah ini menyentuh banyak orang, dan kemudian diberitakan di halaman-halaman surat kabar di kota itu.

Berita itu menggugah banyak orang sehingga mereka juga ingin dilayani di toko yang eksklusif ini. Pengemis wanita itu tidak membeli apa-apa, tidak memberi keuntungan apa-apa, tetapi akibat perlakuan istimewa toko itu kepadanya, hasil penjualan toko itu meningkat drastis, sehingga pada bulan itu keuntungan naik 48 % !

“Peliharalah kasih persaudaraan ! Jangan kamu lupa memberi kebaikan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.” Ibrani 13:1-2

Berkat dan kutuk ( royal 31-11-2011 )

Berkat dan Kutuk

Berkat.
Ingatlah akan satu hal bahwa apa yang kau kerjakan di jalan Tuhan, Tidak pernah sia-sia dan akan selalu diingatNya,
Dan jika engkau mendengarkan segala yg Kuperintahkan kpdmu & hidup menurut jalan yang Kutunjukkan & melakukan apa yg benar di mata-Ku dengan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku seperti yg telah dilakukan oleh hamba-Ku Daud, maka Aku akan menyertai engkau & Aku akan membangunkan bagimu suatu keluarga yg teguh seperti yg Kubangunkan bagi Daud, dan Aku akan memberikan orang Israel kepadamu.(1 Raja2 11:38)
Kutuk
Dan Ingat juga akan satu hal bahwa apa yang kau kerjakan bertentangan dengan ke hendak Tuhan, akan selalu diingatNya, dan hukuman akan selalu di jatuhkan tidak hanya kepadamu, namun kepada keturunan mu juga.
Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,(ulangan 5 : 9)

Allah kita adalah Allah yang adil. Jadi pilihlah jalan yang baik di dalam hidupmu sesuai dengan FirmanNya.