Kamis, 09 Desember 2010
Droyal 4 Des 2010
Droyal 27 Nov 2010
Pembicara kita minggu ini adalah Pdp.Henry Hehanusa. Beliau mulai bercerita soal temannya yang mengajak dia untuk pergi berenang.Nah kebetulan kolam waktu itu suhu airnya sedang dingin kemudian temannya mengajak ia mulai berenang. Di dalam batinnya Pak Henry mulai mengalami pergumulan karena ia sudah lama sekali tidak pernah olahraga berenang sehingga mulai terasa kaku. Setelah beberapa lama kemudian pak Henry memutuskan untuk berenang saja. Selang beberapa menit saja jantung pak Henry serasa mau meledak,berbeda dengan temannya yang rajin berenang setiap hari,makanya temannya sudah terbiasa dengan berenang dalam waktu yang lama. Ketika itu pak Henry langsung keluar duluan dari dalam kolam renang karena tidak tahan dengan suhu air dan kelelahan yang luar biasa. Temannya pun langsung menyusulnya keluar dan waktu temannya keluar,pak Henry merasa kagum dengan badan temannya yang atletis sehingga dalam hati pak Henry mulai bertekad ingin memiliki badan seperti temannya tersebut. Karena itu pak Henry mulai rajin berenang setiap hari. Di awal aktivitasnya renangnya pak Henry hampir menyerah dan memutuskan untuk berhenti latihan renang. Tapi dengan kegigihan dan visi ingin mempunyai tubuh atletis seperti temannya ia pun mulai rajin renang tanpa mempedulikan rasa lelah tersebut. Singkat cerita pak Henry pun mendapatkan bayarannya karena jika beberapa menit saja pak Henry sudah berhenti renang,maka sekarang pak Henry dapat berenang berjam-jam dengan badan yang fit. Jadi intinya visi yang jelas akan menghasilkan disiplin yang akan membawa kita pada fruitful.
Tema pada minggu ini adalah soal value atau nilai dihadapan Tuhan. Pak henry kemudian bercerita dulu dia pernah bekerja di luar negri di sebuah restaurant sebagai seorang pencuci piring dan pencuci gelas. Untuk menambah pendapatannya pak Henry pun mengambil tambahan kerja,jadi bayaran per hari kira-kira bisa mencapai $80 Nah sedangkan temannya adalah seorang manager restaurant tersebut di gaji $100.000 pertahun dan kerjaannya lebih santai dibandingkan dengan pak Henry yang sudah bekerja setengah mati tetapi hanya mendapat sedikit. Orang di dunia melihat kita bukan dari sudah berapa lama kita bekerja kemudian gaji kita akan dinaikkan akan tetapi segala sesuatu diukur dari value kita. Jika kita mempunyai skill yang sesuai dengan pekerjaan tersebut memang sudah seharusnya kita layak mendapat kerjaan yang sesuai dengan value kita. Dalam bacaan Yohanes 2:1-25 ada sebuah pesta perkawinan di Galilea. Anggur pada jaman Yesus adalah merupakan sebuah simbol derajat atau value seseorang apakah orang tersebut berasal dari keluarga yang berada atau tidak. Berbeda dengan jaman sekarang yang mengukur kekayaan seseorang dari persiapan pesta dan penampilan. Saat itu Yesus menyuruh pelayan-pelayan menyiapkan tempayan yang dimana tempayan tersebut adalah tempat untuk membasuh kaki pada jaman Yesus pada waktu itu,kemudian diisi dengan air mentah. Bisa dibayangkan betapa air dalam tempayan tersebut sangat kotor dan tidak mempunyai nilai sama sekali. Setelah itu di ayat 8 Yesus menyuruh agar mereka menyedok dan membawa air tersebut pada pemimpin pesta. Setelah dikecapnya oleh pemimpin pesta air tersebut kemudian berubah menjadi anggur dengan kualitas terbaik dari sebelumnya. Tuhan telah mengubah value air yang tadinya kotor menjadi value anggur yang memiliki kualitas tinggi. Pada bacaan Lukas 15:20-32 juga menggambarkan maksud yang sama,yaitu dikisahkan tentang perumpamaan anak yang hilang. Anak yang bungsu mengambil semua harta bapanya kemudian melarikan diri dari rumah dan berfoya-foya menghabiskan uang bapanya dan mengalami hidup yang melarat dengan memakan ampas babi dan tinggal di kandang babi. Nah disini di tulis bahwa sungguh anak tersebut turun derajatnya atau turun valuenya tetapi Tuhan diibaratkan sebagai bapa yang mencium kita walaupun kita masih kotor oleh dosa dan mengangkat value atau nilai kita. Value yang sangat tinggi adalah ketekunan,disiplin,dan kejujuran serta pantang menyerah. Pada bacaan 2korintus 3:18 mengatakan bahwa kita semua mencerminkan kemuliaan atau nilai atau bobot Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Tuhan ingin agar kita terus meningkatkan value kita untuk menjadi maju dan sukses bukan hanya di dunia tetapi untuk memenangkan jiwa dan layak mendapat tempat di kerajaan surga. GBU ALL